Gubri Desak Disdik Riau Perbaiki Kinerjanya, Abdul Wahid: Akan Perkecil Angka Putus Sekolah
Potretnegerinews.com, Pekanbaru/Riau -Gubernur Riau Abdul Wahid sentil dan mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau untuk memperbaiki kinerjanya. Sejauh ini Gubri melihat kinerja instansi tersebut masih berorientasi kepada proyek tanpa ada yang terealisasi.
Baca Juga:
- Forwadik Riau Kritik Kadisdik Riau yang Pergi ke Batam Saat SPMB Masih Menyisahkan Persoalan
- Pendaftar SPMB SMA/SMK Sebanyak 79 Ribu Orang, Kadisdik Riau: Kuota Sekolah Masih Mencukupi
- Ade Hartati Nilai Penghentian Bosda 2026 Oleh Plt Gubri Tidak Bisa Penuhi Standar Pelayanan Minimal dan Capaian Mutu Pendidikan
Hal itu disampaikan Gubri saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Riau, Kamis, 6 Maret 2025. Kunjungan ini bermaksud untuk mencari solusi semua permasalahan yang ada di Dinas Pendidikan Riau.
Salah satu dari masalah yang ingin dituntaskan adalah angka putus sekolah. Gubri ingin segera membuat angka tersebut menjadi sangat minim.
"Saya ingin menekan angka putus sekolah. Bagaimana caranya agar angka putus sekolah turun. Upayanya apa dan mencari akar permasalahannya. Apakah uangnya tidak ada ataukah jaraknya jauh?" ujar Gubri di ruang rapat Dinas Pendidikan Riau.
Gubri inginkan, rencana untuk pendidikan yang lebih baik terlaksana. Bukan hanya sekadar rencana dan wacana saja.
Ditekankannya, semua jajaran yang terlibat harus bekerja semaksimal mungkin. Hal itu guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik dengan pendidikan berkualitas.
"Fisik bangunan kantor ini tidak berubah dari dulu, tapi orang-orangnya harus berubah jadi lebih baik. Saya minta semua bekerja semaksimal mungkin," ujarnya.
Gubri turut mengkritik cara penyampaian data dari Dinas Pendidikan. Menurutnya, data yang disampaikan tidak lengkap dan susah untuk dipahami.
"Datanya membingungkan. Saya minta data pastinya, jumlah sekolah, jumlah siswanya. Bagaimana saya mau menilai kinerjanya kalau data tidak lengkap. Dinas Pendidikan ini mengurus pendidikan murid, tapi menyajikan data saja seperti ini," ucapnya.
"Saya juga tidak mau Dinas Pendidikan Riau tidak bisa prediksi masalah, tidak bisa cari solusi dari masalah. Lihat dari jumlah murid sekolah, tren pertumbuhan penduduk, angkanya yang putus sekolah berapa? Cari cara mengajak mereka kembali bersekolah," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) SF Hariyanto menambahkan, Dinas Pendidikan tidak seharusnya bekerja sendirian. Kunjungan kerja ini adalah salah satu cara agar masalah pendidikan bisa dicari solusinya.
"Beliau (Gubri) ini kemari ingin tahu apa masalah yang ada di sini, ingin menyikapinya. Tapi penyajiannya tidak lengkap dan tidak sempurna," ucap Wagubri.
"Nanti kedepan dirapatkan lagi apa yang menjadi permasalahannya, diundang Gubernur dan Wakil Gubernur serta semua pihak yang berkepentingan. Dinas Pendidikan jangan bekerja sendirian," ungkapnya.
Editor: Sigalingging
Forwadik Riau Kritik Kadisdik Riau yang Pergi ke Batam Saat SPMB Masih Menyisahkan Persoalan
Pendaftar SPMB SMA/SMK Sebanyak 79 Ribu Orang, Kadisdik Riau: Kuota Sekolah Masih Mencukupi
Ade Hartati Nilai Penghentian Bosda 2026 Oleh Plt Gubri Tidak Bisa Penuhi Standar Pelayanan Minimal dan Capaian Mutu Pendidikan
Kecam Plt Gubri Umbar Amarah di Pelantikan 77 Kepsek, FORWADIK Riau: Ganti Kadisdik
Disdik Riau Susun Program 2027, Sementara 69 Kepala Sekolah Masih Dijabat Plt