Rumah Sakit Vertikal Otak dan Jantung di Riau Mulai Dibangun Tahun Ini
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto mengatakan, pemerintah pusat telah menurunkan tim untuk melihat langsung rencana pembangunan rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan tersebut.
Baca Juga:
- Demi Kelancaran Pemeriksaan Oleh Inspektorat, Forwadik Riau Desak Plt Gubernur Nonaktifkan Kepsek SMA Negeri 1 Pekanbaru
- Forwadik Desak Disdik Lakukan Tindakan Terkait Pungutan Berkedok Iuran di SMA Negeri 1 Pekanbaru
- Terkait Dugaan Pemetaan Udara Tanpa Izin, Yayasan Riau Madani Dilaporkan ke Polda Riau
"Untuk progres pembangunan rumah sakit otak dan jantung, saat ini sedang proses pelelangan perencanaan pembangunan. Pada 3 Mei lalu, sudah dilaksanakan aanwijzing (proses pertemuan antara pemilik tender dengan peserta tender yang lulus seleksi di lokasi, red) oleh PBJ dan PPK kegiatan perencanaan, semua dari Jakarta," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, nantinya jika sudah selesai lelang perencanaan, makan akan dilanjutkan lelang fisik. Kalau dua proses tersebut selesai, maka akan langsung dilakukan pembangunan fisiknya.
"Rencana peletakan batu pertama diperkirakan Oktober 2024," sebutnya.
Dari hasil pengecekan ke lokasi lahan di Jalan Naga Sakti, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Sri Sadono memastikan bahwa lahan tersebut dalam kondisi aman dan tidak ada tumpang tindih dalam kepemilikan lahan.
Sementara untuk total anggaran yang dihabiskan untuk membangun gedung dan membeli peralatan kesehatan diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp1,6 triliun.
"Tapi untuk tahap awal ini dianggarkan Rp250 miliar. Itu untuk DED dan pembangunan awal, tahun depan dianggarkan lagi, karena ini tahun jamak dan ditargetkan selesai pada Desember 2025," ujarnya.
Editor: Sigalingging
sumber: Mediacenter Riau/ms
Demi Kelancaran Pemeriksaan Oleh Inspektorat, Forwadik Riau Desak Plt Gubernur Nonaktifkan Kepsek SMA Negeri 1 Pekanbaru
Forwadik Desak Disdik Lakukan Tindakan Terkait Pungutan Berkedok Iuran di SMA Negeri 1 Pekanbaru
Terkait Dugaan Pemetaan Udara Tanpa Izin, Yayasan Riau Madani Dilaporkan ke Polda Riau
Forwadik Riau Kritik Kadisdik Riau yang Pergi ke Batam Saat SPMB Masih Menyisahkan Persoalan
Pendaftar SPMB SMA/SMK Sebanyak 79 Ribu Orang, Kadisdik Riau: Kuota Sekolah Masih Mencukupi