Rabu, 20 Mei 2026 WIB

Pembangunan RSP Otak dan Jantung Riau Dimulai Januari 2025

Administrator - Jumat, 13 Desember 2024 15:20 WIB
Pembangunan RSP Otak dan Jantung Riau Dimulai Januari 2025

Potretnegerinews.com, Pekanbaru/Riau -Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, menargetkan pelaksanaan ground breaking pembangunan Rumah Sakit Pusat (RSP) Otak dan Jantung di Provinsi Riau dilaksanakan pada Januari 2025 mendatang. Pada Desember ini, lokasi pembangunan rumah sakit juga sudah akan dilakukan pembersihan lahan.

Baca Juga:

Kepala Dinas Kesehatan Riau drg Sri Sadono Mulyanto mengatakan, untuk anggaran pembangunan fisik dan peralatan kesehatan rumah sakit tersebut bersumber dari dana APBN. Sedangkan tanah lokasi pembangunan merupakan hibah Pemprov Riau, seluas 10 Ha.

"Lokasi pembangunan di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru. Pembangunan gedung 8 lantai dengan 350 tempat tidur untuk tahap pertama. Kontrak pembangunan fisiknya sudah dilakukan pada tanggal 6 Desember 2024 lalu danground breakingJanuari 2025. Desember ini kegiatan landclearing dan mobilisasi peralatan," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, tim dari kementerian kesehatan dari Jakarta juga sudah turun langsung ke Pekanbaru untuk melihat lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan rumah sakit pusat otak dan jantung tersebut. Dari hasil pengecekan di lapangan tim memastikan lahan tersebut dalam kondisi aman dan kepemilikan lahannya tidak ada tumpang tindih.

"Tim dari Kemenkes juga sudah melakukan uji tanah dan kegiatan teknis lainya di lokasi lahan yang akan dibangun rumah sakit tersebut," sebutnya.

Disebutkan Kadiskes, banyak manfaat yang didapatkan jika RSP otak dan jantung tersebut dibangun di Riau. Diantaranya yakni masyarakat tidak perlu jauh-jauh merujuk ke rumah sakit vertikal jika ada kasus-kasus berat terkait otak dan jantung. Kemudian juga mengurangi masyarakat berobat ke negara tetangga.

"Memenuhi kebutuhan layanan intensif yang sangat dibutuhkan masyarakat Riau. Juga bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi tamatan sekolah kesehatan dan non kesehatan di Riau ,serta tenaga pendukung lainnya. Kemudian akan ada multiplier efek ekonomi sepertihealth tourism, hunian hotel pengunjung, kos pekerja, kuliner, rumah makan, usaha laundry, driver online dan pelaku usaha ekonomi lainnya," harapnya.

Editor: Sigalingging

Sumber: Mediacenter Riau/ms

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kepsek SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau Nilai Program MBG Tidak Memenuhi Pasokan Gizi Siswa

Kepsek SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau Nilai Program MBG Tidak Memenuhi Pasokan Gizi Siswa

DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Provinsi Riau Gelar Bakti Sosial Berbagi Sembako

DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Provinsi Riau Gelar Bakti Sosial Berbagi Sembako

Sebanyak 200 Siswa Baru SMA Negeri Plus Riau Telah Menyelesaikan Pendaftaran Ulang

Sebanyak 200 Siswa Baru SMA Negeri Plus Riau Telah Menyelesaikan Pendaftaran Ulang

Asisten II Setdaprov Riau: Data BPS Menjadi Dasar Dalam Menyusun Kebijakan Guna Mengambil Keputusan

Asisten II Setdaprov Riau: Data BPS Menjadi Dasar Dalam Menyusun Kebijakan Guna Mengambil Keputusan

Forwadik Riau Desak Kasus Pungli dan Gratifikasi 13 Kepsek di Kampar Dibuka ke Publik

Forwadik Riau Desak Kasus Pungli dan Gratifikasi 13 Kepsek di Kampar Dibuka ke Publik

IP ICBS Riau Komitmen Hadirkan Generasi yang Siap Hadapi Tantangan Global

IP ICBS Riau Komitmen Hadirkan Generasi yang Siap Hadapi Tantangan Global

Komentar
Berita Terbaru